Friday, February 15, 2013

Dunia Buang

Abu abu, begitu buang menyebutnya,, hal yang gemar dilakoni tanpa harus menuntut benar atau salah bahkan diyakini tidak mau ada akhir dari cerita apabila sudah masuk di dalamnya. Cerita yang biasanya selalu ada sesi yang disebut selesai. Rasanya ingin selamanya sembunyi di balik ketiak abu abu, takut akan datangnya hitam dan putih.

Konon sampai saat ini pun buang mencari tau mana yang disebut benar dan mana yang disebut salah hingga di sadarkan  pada apa yang disebut salah yakni bentuk maklum dari benar dan sampai umur ini pun buang meyakini kebenaran itu ya yang seyogyanya pandangan yang benar dan terima kasih kepada sang pencipta buang diberi pakem ikutilah yang benar dan buang pun menjunjung tinggi kebenaran itu di bawah pakem salah, karena buang merasa ambigu antara benar atau salah yang buang deskripsikan hitam dan putih. Maka seiring bertambahnya umur, buang mengenal dunia abu abu yang kulabuhkan padamu hey jahanam.

Topeng, topeng adalah benda yang dipakai diatas wajah, begitu hasil penelusuran Google. Tapi buang mengibaratkan sebagai senjata atau tameng bagi sebagian orang, ada pula yang menggunakannya untuk tujuan tertentu, anyway buang pun tak bisa menyalahkan topeng karena itu tadi sampai detik ini pun buang masih mencari mana yang benar dan mana yang salah apabila buang tak tahu maka buang masukkan saja pada kotak abu abu, beres kan.                                                                                    Jahanam, jahanam disini sebagai subjek dari kehidupan Abu Abu. Biasanya permainan terdapat awal dan akhir, Ada limit nya Dan limit itu berakhir karena waktu Dan biasanya berakhir karena Ada pihak yang menang. Lain halnya dengan dunia Abu Abu ku, mereka ini masuk kedalam nyawaku dan kamu tidak pernah tau kapan berawalnya dan biasanya baru tersadar kamu telah menjalaninya, Tetapi kadang kamu merasa ingin segera berhenti dan berakhir Tetapi perasaanmu telah jatuh pada lubang itu dan biasanya kamu pun akan betah berada pada lubang itu, kamu merasa aman berada dalam lubang itu sampai tak sadar manusia lain membangunkan mu dengan menggali dan menguburmu dengan tanah sedikit demi sedikit. Orang pasti berpikir Konotasi jahanam ini jelek bukan ? Hhmm tidak sepenuhnya jahanam itu jelek kok, kalian berada dalam dunia abu abu ku jadi ikuti saja alurnya.                                                                  

Monday, February 11, 2013

Biang Lala ( 2 )

Okay baiklah kembali pada bir,,iuuuh gak suka bir,batin Lala. Tapi ya sudahlah mild menthol juga enak. Hmm ada babi import juga disini dari penampilan sih rapi walaupun kemeja gombrongnya hampir menyerupai sarung pantai, apa mungkin kemeja itu dipakai untuk alas tidur dengan si Merak. Tampak pula si babi junior pencari lawan jenis dan siyall nya babi junior itu menghampiri Lala, bukannya introvert tapi disini kami bukan pencari cinta dan Lala pun berpikir apakah seorang babi junior ini mampu menghidupkan hidup Lala ? No, riweh yang ada. Dengan senyum termanis penuh gelora Lala mengajak bertukar nomer HP dengan alasan gak nyaman ngobrol disini,call me for next meet up yang artinya saya mengusir km dari sini karena saya sangat autis dengan dunia saya dan  sumpah saya gak akan angkat telpon atau balas SMS mu, terima kasih. Si biang asyik melantai, konon katanya dulu gak bisa sebebas ini. Tapi batin Lala bebasnya aja kayak diem nya Lala Kalo sedang melantai, okey lah lain Padang lain belalang. Si biang ini tergolong orang curhat yang pilih pilih tempat buktinya di tempat yang cozy cerita nya sedikit malah di tempat hingar bingar seperti ini dia lancar bak ibu mendongeng. Mungkin untuk curhat yang bertemakan asmara si biang ini butuh tempat yang hingar bingar untuk meluapkannya. Hari ini kami deklarasikan sebagai hari bak promosi album tapi ingat kami biang dan Lala bukan pencari cinta, pencari gaya, pencari mabok, pencari teman, pencari pasangan apalagi cinta.  Karena sesungguhnya kami pencinta.

Sunday, February 10, 2013

Biang Lala

Bukan mencari gaya, bukan mencari teman, bukan mencari mabok, bukan mencari pasangan apalagi mencari cinta. Satu hari ini benar - benar jadwal yang absurd, diawali dengan hisapan rokok di tangan biang dengan pendingin udara yang masih terus memancar, dengan cueknya lala meneruskan kembali tidurnya walau hapal betul ini adalah asap rokok, konon lala pun perokok tapi ia benci asap rokok.

Biang datang dan lala menyambut, biang datang dengan sejuta cerita yang lala yakin ada ketidak beresan dan yeah lagi - lagi intuisi lala tidak salah. Kami hinggap dari satu kafe ke kafe lainnya hanya untuk sekedar makan, minum kopi dan merokok yang tak  kunjung berhenti dari jari lentik kami. Tak lupa kurang dari 3 klub dalam semalam itu kami kunjungi bak promosi album kami pikir. Kali ini Biang dan Lala hinggap pada klub yang jarang mereka kunjungi sewaktu dulu masih mengenyam masa masa pendidikan. Personil "promosi album" kami bertambah karena si bartender kunjungan dari klub kedua ingin bergabung dengan kami, baiklah tidak masalah, kami bertiga memasuki ruangan yang gelap dari luar tapi akan sangat terang bagi mereka para babi jalang, okay si bartender menemukan tempat yang strategis untuk pantat - pantat kami berdua. Lala duduk dan melihat ke sekitar dan tersenyum penuh arti pada kumpulan di sudut sofa itu. Ada bermacam babi yang duduk lengkap dengan dasi dan lala yakin ada beberapa onggok rupiah di saku celananya juga koleksi berbagai macam kartu debit. Sebenarnya di dalam ruangan itu banyak sekali babi dengan berbagai macam rupa, tapi tunggu lala lebih suka mengamati kumpulan babi di sudut sofa itu walaupun warna babi tidak merah muda seperti layaknya babi kebanyakan banyak sekali merak yang lalu lalang dan juga bergabung, si babi mengendus si merak tanpa mengindahkan prikehewanan dan si merak pun semakin melebarkan bulunya pada moncong hidung si babi dengan sukarela. Tersenyum lala dibuatnya, hey lala ngapain kamu liatin orang "kerja" sembur bartender yang datang dengan 1 pitcher bir.

to be continued

Rumah Singgah

i called it home , itu salah satu dari sekian personal message yang aku tulis di blackberry. Rumah besar dengan 5 kamar tidur berpenghuni lengkap dengan barcode perusahaan di  perabotnya serta meja bilyard favoritku.

Aku menyebutnya ruang keluh kesah karena ruangan ini senantiasa menjadi pos pertama pemberhentian keluarga kecil ini melepas lelah, masih basah diingatanku kami pulang dan berangkat kantor disambut wanita setengah baya dengan rambut tebalnya juga tawa ringan khasnya seakan dunia ini seringan tawanya. 

Aku juga menyebutnya ruang Kejujuran, segala pelik kehidupan yang kusumpal dengan apa itu yang disebut ketegaran, kemandirian ternyata membutuhkan ember untuk menumpahkan ketidak cukupan emotion. Terima kasih wahai engkau ember termahal yang sudi mendengar pelik kehidupan seorang aku, apa salah apabila aku mengagumi dan merawat hatiku untukmu,...dan yeah teman seperjalanan kau bilang.s Sesungguhnya aku pun tidak cukup faham mengenai CINTA, rangkaian dari huruf menjadi kata dan mempunyai arti yang sangat tidak ingin aku jawab tapi ingin kumengerti.karena bagaimana bisa aku menaruh rasa pada wadah tumpahan emotionku tapi aku sangat menghargai tiap polaku yang tak pernah kusesali walau kadang ingin reinkarnasi dan bernegosiasi dengan Tuhan tentang apa yang Dia gariskan pada Qada dan Qadarku.

Untuk ember terima kasih fungsi yang diberikan sehingga air kran dipergunakan sebagai mestinya dan mengertilah bahwa kau membuka pintu untuk segala hal abnormal yang terjadi di kehidupan futuristikku selanjutnya.

Aku menyebutnya Ruang pos terakhir, sekamar dengan roommate baruku yang entah aku pun tidak mengenalnya dekat, tiba - tiba saja firasatku berkata ya berbagi kamarlah dengan orang ini. Mengingat aku sangat menjaga privacy ku pada siapapun, tapi entah karena berpedoman firasat tersebut saat ini kami layaknya seperti benang bundel.

Ruang pos terakhirku pun menjadi wadah termahal untuk moment termahalku yang sampai saat ini tidak bisa terulang.


With a lot of love for me to
Penghuni Rumah Singgah,

tentang suka

aku suka kamu tapi gak sayang kamu
aku suka liat muka kamu
aku suka cium cium pipi kamu
aku suka dengar kisahmu tapi tidak dengan kisah asmaramu
aku suka picikmu tapi juga mengutuk picikmu
aku suka semangatmu begitu juga semangatku
aku suka suara damaimu meskipun kadang bukan untukku
aku suka ciumanmu, iya ciumanmu
aku suka sewaktu tidur disertai ocehan kotormu
aku suka lagu favoritmu
aku suka, suka aja tidak ada yang perlu dipertanggung jawabkan kan bukan?
apa aku suka kamu?
aku suka berpikir apa itu suka
apa aku suka jatuh cinta?
aku suka berpikir apa jatuh cinta itu
aku suka kalo aku suka kamu tapi gak sayang kamu, cukup !