Sunday, February 10, 2013

Rumah Singgah

i called it home , itu salah satu dari sekian personal message yang aku tulis di blackberry. Rumah besar dengan 5 kamar tidur berpenghuni lengkap dengan barcode perusahaan di  perabotnya serta meja bilyard favoritku.

Aku menyebutnya ruang keluh kesah karena ruangan ini senantiasa menjadi pos pertama pemberhentian keluarga kecil ini melepas lelah, masih basah diingatanku kami pulang dan berangkat kantor disambut wanita setengah baya dengan rambut tebalnya juga tawa ringan khasnya seakan dunia ini seringan tawanya. 

Aku juga menyebutnya ruang Kejujuran, segala pelik kehidupan yang kusumpal dengan apa itu yang disebut ketegaran, kemandirian ternyata membutuhkan ember untuk menumpahkan ketidak cukupan emotion. Terima kasih wahai engkau ember termahal yang sudi mendengar pelik kehidupan seorang aku, apa salah apabila aku mengagumi dan merawat hatiku untukmu,...dan yeah teman seperjalanan kau bilang.s Sesungguhnya aku pun tidak cukup faham mengenai CINTA, rangkaian dari huruf menjadi kata dan mempunyai arti yang sangat tidak ingin aku jawab tapi ingin kumengerti.karena bagaimana bisa aku menaruh rasa pada wadah tumpahan emotionku tapi aku sangat menghargai tiap polaku yang tak pernah kusesali walau kadang ingin reinkarnasi dan bernegosiasi dengan Tuhan tentang apa yang Dia gariskan pada Qada dan Qadarku.

Untuk ember terima kasih fungsi yang diberikan sehingga air kran dipergunakan sebagai mestinya dan mengertilah bahwa kau membuka pintu untuk segala hal abnormal yang terjadi di kehidupan futuristikku selanjutnya.

Aku menyebutnya Ruang pos terakhir, sekamar dengan roommate baruku yang entah aku pun tidak mengenalnya dekat, tiba - tiba saja firasatku berkata ya berbagi kamarlah dengan orang ini. Mengingat aku sangat menjaga privacy ku pada siapapun, tapi entah karena berpedoman firasat tersebut saat ini kami layaknya seperti benang bundel.

Ruang pos terakhirku pun menjadi wadah termahal untuk moment termahalku yang sampai saat ini tidak bisa terulang.


With a lot of love for me to
Penghuni Rumah Singgah,

No comments:

Post a Comment