i called it home , itu salah satu dari sekian personal message yang aku tulis di blackberry. Rumah besar dengan 5 kamar tidur berpenghuni lengkap dengan barcode
perusahaan di perabotnya serta meja
bilyard favoritku.
Aku menyebutnya
ruang keluh kesah karena ruangan ini senantiasa menjadi pos pertama
pemberhentian keluarga kecil ini melepas lelah, masih basah diingatanku kami
pulang dan berangkat kantor disambut wanita setengah baya dengan rambut
tebalnya juga tawa ringan khasnya seakan dunia ini seringan tawanya.
Aku juga
menyebutnya ruang Kejujuran, segala pelik kehidupan yang kusumpal dengan apa
itu yang disebut ketegaran, kemandirian ternyata membutuhkan ember untuk
menumpahkan ketidak cukupan emotion. Terima kasih wahai engkau ember termahal
yang sudi mendengar pelik kehidupan seorang aku, apa salah apabila aku mengagumi
dan merawat hatiku untukmu,...dan yeah teman seperjalanan kau
bilang.s Sesungguhnya aku pun tidak cukup faham mengenai CINTA, rangkaian dari
huruf menjadi kata dan mempunyai arti yang sangat tidak ingin aku jawab tapi ingin
kumengerti.karena bagaimana bisa aku menaruh rasa pada wadah tumpahan emotionku
tapi aku sangat menghargai tiap polaku yang tak pernah kusesali walau kadang
ingin reinkarnasi dan bernegosiasi dengan Tuhan tentang apa yang Dia gariskan
pada Qada dan Qadarku.
Untuk ember terima kasih fungsi yang diberikan
sehingga air kran dipergunakan sebagai mestinya dan mengertilah bahwa kau
membuka pintu untuk segala hal abnormal yang terjadi di kehidupan futuristikku
selanjutnya.
Aku menyebutnya Ruang
pos terakhir, sekamar dengan roommate baruku yang entah aku pun tidak mengenalnya
dekat, tiba - tiba saja firasatku berkata ya berbagi kamarlah dengan orang
ini. Mengingat aku sangat menjaga privacy ku pada siapapun, tapi entah karena
berpedoman firasat tersebut saat ini kami layaknya seperti benang bundel.
Ruang pos
terakhirku pun menjadi wadah termahal untuk moment termahalku yang sampai saat
ini tidak bisa terulang.
With a lot of love
for me to
Penghuni Rumah Singgah,
No comments:
Post a Comment