Sedalam rasa si gadis pada lelakiNYA, cintanya yang dirasa semu namun candu. Sehebat luka yang dirasa si gadis dan mungkin mati pun ampuh sebagai penawar.
Serendah kasta binatang pernah dirasa si gadis demi mendapat cinta lelakiNYA. Alam begitu elegan sebagai dalang kelas wahid membuat pengikut Adam Hawa belajar metamorfosa hidup. Ada yang menjalankan hidup sesuai jalurnya maupun diluar track,, aaaakkkhhh itupun skenario yang alam mau kok. Pernah terucap pada doa si gadis "ajari saya cara bersyukur bukan hanya dengan mengucap alhamdulillah" sepertinya alam menjawab dengan memberi lagi hati pada si gadis. Cukup, cukup dengan mempunyai hati ini lagi dan merasakan hati kembali itu sudah cukup Tuhan. si gadis begitu bersyukur mempunyai rasa ini kembali walau tidak memiliki jasad si hati. Si gadis menyerahkan lukisannya pada alam dan membiarkan alam menyelesaikan
Wahai alam maha membolak balikkan hati, dengan segala kerendahan hati tolong jangan memposisikan saya si gadis pada hal dimana mati sebagai penawarnya, CUKUP. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment