Tuesday, November 12, 2013

Eleanor

Eleanor, suatu nama lounge di bilangan kota metropolitan. Bertempat di tengah tengah mall yang memang kebanyakan menyajikan tempat makan atau kafe dan memang sedikit dijumpai adanya gerai toko baju. Eleanor, Tidak begitu luas area nya dari depan bisa kita lihat tempat perform DJ yang biasanya akan dimainkan after midnight dan disebelahnya panggung tempat live music, salah satu hal kesukaan saya. Ditengah tengahnya bisa kita lihat koleksi botol minuman dan para bartender menunjukkan kelihaiannya. Juga ada tatanan kursi di kanan kiri dimana menjadi pemberhentian pertama saya bersama dengan teman karib si put dan Tj, aahh couple yang tak terpisahkan begitu pandangan saya saat itu. Hahaaa lama tidak getting drunk kekebalan otak sedikit menurun mungkin ya, pisau potong steak pun melayang ke arah djenggo hhmmm sedikit typsi terkena long island, bir dan entah apalagi yang disuguhkan oleh djenggo waitress disana yang akhirnya berteman baik sampai hari ini.

Mari kita sedikit bernostalgia Di paling belakang bisa kita lihat tatanan sofa, tempat dimana masih ada kamu yang memujaku dan aku yang tergila gila padamu yang berakhir dengan kau   menganggapku sebagai pakaian kotor. Kurang private dan kurang exclusive tempat ini kamu bilang, meski aku tau kamu salah satu orang party hard tapi demi aku, demi aku yang pada saat itu lebih penting dari bisnismu yang sehari bisa menghasilkan sedikitnya 10 juta kamu rela menemaniku menikmati live music bersama teman karibku yang mungkin kamu tidak mengerti lagu apa yang sedang dimainkan mengingat umurmu yang 2X umurku dan sekedar menggaris tebalkan 'pada saat itu'. Sepertinya Akhir minggu saya akan berakhir di tempat ini walau hanya sekedar mencicipi moscato my favorite one, seingat saya, saya tidak mempunyai makanan favorit ataupun artis pujaan tapi wine yang satu ini membuat saya mempunyai hal hal yang difavoritkan.

Masih eleanor namanya, masih dengan tatanan lay out yang sama juga si djenggo yang semakin melebar badannya, kabar baiknya dia naik jabatan sebagai koordinator lapangan entahlah apapun itu jabatannya. Tapi Sayang sekali hanya eleanorlah yang masih kokoh menampung para penikmatnya, saya datang kesini bukan lagi membawa atmosfer kebahagiaan walaupun si put dan Tj tetap setia menemani juga ada si tatar ibu 1 anak yang melengkapi jumat malam ini, saya merasa terkoyak dan tidak utuh. Hey kamu, inikah keadaan yang layak aku dapatkan untuk menjalin hubungan dengan orang yang sudah punya ikatan legal, tapi bukankah kamu yang menyajikan ini. Menghadirkan, membuat nyata, menutup mataku atas nama kenormalan cinta yang pada akhirnya kau mematikanku dengan satu peluru, mual rasanya mengingat ini. Praaaaangggg.....hahaaaa pecah sudah gelas wine, tapi aku merasa masa bodoh.  Di sofa ini kamu memujaku dan di sofa ini pula aku merasa terbunuh. Terngiang ngiang si put meminta maaf pada djenggo atas kesembronoanku melempar gelas dan bersedia mengganti kerusakan tapi karena kita pelanggan setia hal ini tidak menjadi masalah rupanya, mengingat malam itu aku naik meja bar bersama pak simon koordinator lapangan lainnya di eleanor, mungkin karena habis on the floor dengan pak Simon maka menjadi excuse bagi mereka.

Masih eleanor namanya, masih dengan djenggo yang tiap hari membroadcast BBM tema tema malam di eleanor, rabu dengan 'rock the night', jumat dengan 'mambo jambo' dan sabtu dengan 'classic disco' dan entahlah maaf tak bisa kusebutkan berdasarkan abjad hari. Tapi sayang member tetap juga kawan drink wine ku berkurang, konon si put kembali ke pulau asalnya meninggalkan si TJ meninggalkan belahan hatinya di kota metropolitan ini. Putus, lebih gamblangnya. Entah aku harus berada di pihak yang mana karena mereka sama - sama teman. seperti  orang buta kehilangan tongkatnya, kurang lebih begitulah aku menilai TJ perihal asmaranya. Aku lihat di status dan display picture blackberry serta aktivitas social path nya yang hampir tiap malam menyambangi Eleanor, kadang nyambung ke pub lainnya. Menandakan dia mencari pelarian semu. Malam rabu ini aku berencana mengunjungi my Eleanor, bercengkrama dengan TJ ber say hi dengan djenggo dan sedikit melantai dan tak lupa taste a bottle of my sweet Moscato dan sedikit drygin Gordon's. " if you told me to cry for you i could, if you told me to die for you i would, take a look at my face there's no price i won't pay, to say these words to you ". Pas sekali band malam ini menyanyikan always nya Jon Bon Jovi dan lagu ini sangat matching dengan suasana batin TJ mungkin juga batin saya yang masih seperti luka menganga, dan semakin tinggi lah kita mengangkat gelas dan sing a loud together yang pastinya ada si djenggo setia mengisi gelas kosong kita.

Heh TJ mau sampai kapan kamu stalker Eleanor terus, kayaknya kamu lebih pantes jadi host disini aja deh, sambil menyedot menthol aku nyeletuk. Hadduuuuh Mbak, eleanor ini wes nyaman lah dan alasan terkuat aku aering kesini itu karena aku ngerasa put ada disekitarku, disebelahku ketawa bareng aku, nge bir bareng aku. Tempat ini nyimpen banyak memori mbak and i felt this is my real home. Aku senyum dan mengangguk dan membatin ya Allah ya tuhanku sungguh ironi sekali bahkan tempat yang menyajikan dosa diakuinya sebagai 'rumah', ya Allah tapi maaf saya pun tak mau munafik karena saya pun setuju dengan pernyataan TJ. Mendengar kata rumah yang harusnya adalah bangunan kokoh yang dapat menampung penghuninya dilengkapi dengan plang besar bertuliskan kata damai pun tak saya temukan di rumah saya sendiri, maka saya pun menyebut Eleanor dengan rumah damai saya. Satu hal lagi jikalau nanti saya berumah tangga akan saya jadikan rumah menjadi satu satunya tempat yang paling nyaman bagi anak - anak saya. Mbak mbak kamu ojok ngelamun ae efek gordon's tah? TJ nyenggol lenganku. Hhahaaa gak cuk, hey TJ kamu yo nggak usah galau kenemenen gitu 'sometimes we just miss the memory not the person, coba deh kamu realize! '. Iyooo seh mbak, apik iku mbak tak jadiin status BB. Kemudian TJ menyambar BB nya yang sedari tadi diutak atik djenggo dan ceklik ceklik tangannya pun sibuk memencet tombol smartphone nya, dalam hati ni anak tambah alay aja deh. Dan TJ dengerin ini lagi nggak usah kuatir si put itu memang bagian dari seleksi alam dan nanti kalau kamu sudah found your heart again you will remember my words like ' a goodbye is the new hello '.

No comments:

Post a Comment