Saturday, October 19, 2013
Bartender
Disimaknya lagi satu persatu list minuman itu, dibolak baliknya lagi daftar menu itu lewat mata sembabnya. Hey gadisku, percuma tidak akan kau temukan minuman penghilang sakitmu karena yang ada disitu hanya minuman yang menawarkan penghilang kesadaranmu sejenak tapi apa mungkin itu yang kamu cari, penghilang kesadaran sejenak? walau kamu tau itu hanya temporary dan sesadarnya nanti kau jauh lebih merasa kawin dengan sakitmu. Gadisku, bukannya kamu selalu di kelilingi teman - temanmu berbagilah asa dengan mereka, aku tau bahwa kau memang tak punya pasangan eh tapi pernah sekali aku melihat kau membawa lelaki kesini, lelaki yang tidak sepadan tapi engkau begitu menghormatinya, menyayangnya, menomor satukan seakan akan kau rela bugil di keramaian hanya untuk meminta peluknya. Gadisku, apa gara - gara diakah kau seperti ini? Mata sembab kosong, rambutmu yang di gelung ala kadarnya, badanmu yang semakin mengering, make up mu pun tak bisa menutupi betapa kacaunya harimu, lepaskan saja high heels 12 cm mu bukannya pernah kau bilang ke temanmu kalau kau begitu lelah memakainya, aku mendengar disaat kau meminta aku untuk menuangkan minuman favoritmu. Wine super dingin. Gadisku, bukannya nyaliku kecil untuk hanya sekedar basa basi bertanya tapi aku sungguh tak tega mengganggu keasyikan pikiranmu dan wine. Sempat kulirik kau mengeluarkan airmata tanpa ekspresi, airmata yang kau biarkan jatuh apakah kau begitu letih menghapusnya, apakah karena begitu seringnya jatuh sehingga kau bosan dengan kegiatan baru yakni mengambil tisu dan menyekanya. Aaakkhh gadisku andai bisa dibarter aku rela menggantikan kepedihanmu dengan suka cita yang aku miliki. Gadisku tenang saja alam akan mengganti kepedihanmu dengan kesuka citaan, nikmati pedihmu rasakan letihmu kelak kau akan mengingat ini dalam kebahagiaan sejati bersama kekasih hati yang sudah kau nanti.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment