Thursday, October 10, 2013

Melody Djiwo dan club golf perbudakan

Sorakan yang sama selepas dia memukul stik golfnya, namun dia tahu ada banyak penjilat disekelilingnya yang memuji betapa lihainya dia bermain golf padahal sejatinya dia ngos ngos an setelah 3 kali pukulan dan selebihnya akan kacau,seperti contoh si tambun menepuk nepuk bahunya tanda respek namun ia hanya menginginkan sign diatas kertas tanda setuju Bahwa PT nya lah yang harus mendapat proyek logistik penyaluran minyak di kota X, tak usah diingatkan dia paham benar mana dukungan yang asli dan mana dukungan politik bisnis. sebut saja si Wiji yang masih seumur jagung ikut club golf perbudakan ini,tapi dia tahu si wiji memang hobi golf tak peduli rekannya itu pengusaha kelas kakap yang menitipkan hasil usaha ilegalnya pada bank yang mungkin tidak termasuk 10 besar tingkat di indonesia, kembali pada wiji sekitar 30an lah umurnya lulusan universitas luar negri jurusan finance yang konon orang tuanya mempunyai aset di berbagai stasiun TV dan vice president salah satu media koran tapi wiji lebih memilih membangun kerajaan bisnisnya sendiri dengan modal pinjaman dari orang tuanya dibayar nyicil, dengan outlook bertubuh tinggi ceking dengan sorot mata tajam dan rambut kira kira 3cm dari kepala briliantnya dan yang membikin saya melirik yakni ada secuil tato di pangkal lengan bagian dalamnya sekilas sih bergambar sayap kecil warna hijau dan merah aaakh benar benar enak dipandang. U kata dia, harusnya kamu menemani seekor lelaki yang seperti itu. kenapa? aku jawab dengan menghisap menthol ku walaupun mungkin dia berpikir itu pertanyaan konyol yang tidak perlu jawaban,mengingat memandang dari tampilan fisik pun sudah cukup untuk menjawab pertanyaan konyolku. dia hanya tersenyum menyeringai sambil memesan rokok. lelah rupanya dia, mengingat umurnya sudah berkepala 5, hey kok berhenti! cady session ini grade A loh,coba liat. aku menunjuk dengan tangan bak roomboy menunjukkan kamar pada penyewa hotel kelas suite. kamu pikir saya melihat perempuan seperti itu satu atau dua kali dalam seminggu tuan putri? apa gunanya saya punya ini,,sambil mengeluarkan kartu member dari card holding bally nya yang saya yakin itu bukan dibeli di pasar Atom. sekilas aku melihat kartu hitam bertuliskan tinta perak dengan nama club terkenal yang saya yakini itu member VIP club ternama ibukota. tuan putri saya mengajak kamu kesini bukan untuk menghabiskan mentholmu dan sibuk dengan gudget mu. Lantaaas? aku menjawab dengan mematikan rokok yang tinggal setengah, aku pura pura mencondongkan badan tanda serius berdiskusi. bahkan ikut menimpali perbincangan kalian pun aku nggak punya andil bukannya disini peran saya sebagai pengamat!! Nah, itu kamu tau tuan putri, amatilah orang - orang di club golf ini  kelak apabila kamu jadi peran utama dari opera dan situasi mengharuskan kamu memilih terbunuh atau dibunuh kadang sifat sifat mereka ini membantu. Bukannya kamu sering mendengar Sometimes failure is the best way to learn, sambil menyulut rokoknya dia mengecup pipi saya.  Sayang, menikmati kegiatan seperti ini dengan menghadirkan kamu, menurut saya seolah olah menyeimbangkan dosa dan kebaikan  karena saya pun merasa kecewa dan berdosa kenapa saya tidak pandai menguasai emosi sehingga kita pun terlibat dalam bisnis perbudakan perasaan dan anehnya lagi kau tetap memilih menjadi budak perasaan daripada keluar sebagai majikan. Sambil mengelus rambut saya lelaki 50 tahun ini berceloteh. Hhhmmmm begini,,sambil menyalakan menthol, mungkin kamu bisa memilih siapa saja orang kepercayaan atau siapa saja orang yang boleh bekerja untuk kamu,dan dengan nominal yang ada di bank atas nama rekeningmu atau pasangan sah mu cukup untuk memilih dan membeli mobil built up. Tetapi seperti yang kamu sebut 'budak perasaan' datangnya tidak bisa diprediksi sayang dengan siapa hatimu akan cocok walaupun kata traffic light itu lampu merah kamu nggak akan peduli dan bakalan jalan terus, menurut saya perasaan kasih itu pemberian dari Tuhan loh dan kita harus menghargainya. Terus terang aja aku ngeliat kamu diawal seperti orang tua yang nggak tau diri dan cenderung jijik,maaf sayang sambil memeluk aku terus berbicara. Tapi semakin kesini saya yakin benar bahwa cinta kasih itu adalah gift dari Tuhan, maka biarlah aku jadi budak perasaan n nggak keluar jadi pemenang alias majikan, ini hidupku dan hanya aku mempunyai hak penuh atas hidupku, naif sih emang tapi tolong jangan buat aku terjaga dari keadaan ini. Teramat nyaman aku disini dan waktu bersamamu adalah bagian precious dalam moment terpenting hidup saya walau kata mereka kamu itu bukan orang yang berkompeten untuk mendapatkan pengorbanan saya yang sedemikian tapi persetan kata orang, saya bercinta dengan kamu bukan dengan mereka, cukup kan sayang. Sayang kamu mau kemana, uda laper kah makanan disini nggak steril kamu bilang, sayang....sayanggg....sayanggg kamu mau kemana? berisik sekali sih tempat apa ini, ooh mobil ambulans. Hey sebentar kok aku bisa lihat diriku sendiri? Ada apa dengan mulutku sendiri, mengapa begitu banyak busa dan tubuh membiru. Sayang kamu kemana? Sayanggg bukannya tadi kita berdiskusi tapi kenapa tiba tiba kamu pergi? Sayang apa itu kamu? sayang di kepalamu banyak sekali darah segar. Sialan itu kan Wiji bocah ingusan itu,apa yang dia sembunyikan? Senjata api sepertinya yah benar ternyata senjata yang ada di tangannya. Ooh ternyata aku mendengar dari pengacaramu kamu mati tertembak dan aku mati diracun tapi orang orang mu menutup berbagai media dan mulut orang orang bahwa kamu mati persis disebelahku sayang. Tenang, tidak masalah sayang,, aku tidak peduli dengan hal itu. mungkin aku berterima kasih pada komplotan Wiji yang juga meracunku, jadi aku hanya merasakan sakit diracun bukan sakit kehilanganmu sayang. Dari saya Melody untuk yang terkasih Djiwo dan mereka sebut kita melodi jiwa.

No comments:

Post a Comment